Surabaya, Indonesia – Minat masyarakat Indonesia untuk mengakses layanan kesehatan di luar negeri, terutama Malaysia dan Singapura, terus terlihat kuat dalam beberapa tahun terakhir. Sejumlah publikasi dari Malaysia Healthcare Travel Council (MHTC) serta pernyataan Kementerian Kesehatan RI kerap menyoroti besarnya jumlah masyarakat yang berobat ke luar negeri, termasuk untuk kebutuhan second opinion, akses dokter subspesialis, dan dukungan teknologi medis. Bagi warga Surabaya dan Jawa Timur, kebutuhan ini semakin relevan karena Surabaya merupakan salah satu pusat rujukan kesehatan utama di Indonesia bagian timur.
Namun, perjalanan berobat lintas negara sering kali menghadirkan tantangan yang tidak kecil bagi pasien dan keluarga. Kendala yang umum terjadi meliputi dokumen medis yang tersebar dan format yang tidak seragam, ketidakpastian alur administrasi, kesenjangan informasi saat memilih dokter dan fasilitas yang sesuai, hingga koordinasi jadwal yang harus menyesuaikan kondisi pasien, keluarga, dan rumah sakit tujuan. Dalam situasi seperti ini, keputusan medis yang seharusnya berfokus pada pemulihan sering berubah menjadi beban logistik.
Merespons kebutuhan tersebut, GrasiaCare menghadirkan layanan pendampingan medis terpadu (medical concierge) di Surabaya. Layanan ini dirancang untuk membantu pasien dan keluarga menavigasi proses rujukan dan koordinasi perawatan lintas negara secara lebih terstruktur mulai dari penyiapan rangkuman medis dan berkas yang dibutuhkan, koordinasi jadwal konsultasi maupun tindakan, hingga pendampingan komunikasi antara pasien, keluarga, dokter, serta rumah sakit tujuan.Kehadiran GrasiaCare di Surabaya diperkenalkan kepada publik melalui partisipasi dalam Sidang Dewan Nasional Marriage Encounter (ME) Indonesia ke-52 di Surabaya. Dalam kegiatan tersebut, GrasiaCare membuka booth informasi untuk memperkenalkan konsep pendampingan medis dan memberikan edukasi mengenai alur berobat lintas negara yang aman dan terarah. GrasiaCare juga menghadirkan dukungan dari sejumlah mitra layanan kesehatan, di antaranya PTL Spine & Orthopaedics Singapura, Novena Heart Singapura, Alhaya Fertility Centre Malaysia, International Centre for Thoracic Surgery Singapura, Singapore Brain Spine Nerve Center Singapura, Klinik & Laboratorium Parahita, serta Lifewave.
“Sebagai bagian dari komunitas Marriage Encounter, saya melihat langsung betapa pentingnya pendampingan yang tulus bagi keluarga, termasuk dalam perjalanan kesehatan mereka. Melalui kehadiran GrasiaCare di Surabaya, kami ingin berada lebih dekat dengan masyarakat menghadirkan pemahaman yang benar tentang layanan medical concierge dan bagaimana pendampingan ini dapat membantu pasien dalam setiap tahap perawatan, baik di dalam maupun luar negeri. Ini adalah langkah awal dari perjalanan kami untuk menyapa lebih banyak kota dan membangun layanan kesehatan yang lebih terhubung bagi Indonesia.”
Ucap Grace Debby, CEO GrasiaCare sekaligus anggota dari Marriage Encounter
Ke depan nya, GrasiaCare menargetkan pendekatan berbasis komunitas melalui rangkaian kegiatan edukasi kota per kota, agar masyarakat mendapatkan literasi yang lebih baik tentang pilihan layanan kesehatan termasuk kapan second opinion diperlukan, bagaimana menyiapkan dokumen medis secara benar, dan bagaimana memastikan proses rujukan berjalan tertib. Dengan cara ini, GrasiaCare berharap kesenjangan akses informasi dan koordinasi yang selama ini sering dialami pasien dapat berkurang, sehingga keluarga dapat lebih fokus pada keputusan medis dan pemulihan.
